Hukum Tajam ke Bawah

No comment 126 views

Indonesia sudah lama merdeka. Indonesia sekarang sudah menjadi negara maju. Sebagai negara maju baru, sudah selayaknya Indonesia mempunyai hukum yang ditegakkan secara adil. Tapi, apakah hukum di Indonesia adil?
Pertanyaan ini sangat relevan pada kondisi Indonesia saat ini. Banyak kasus-kasus yang telah terjadi dan bisa diakses informasinya oleh masyarakat umum. Era digital seperti ini jejak digital mudah diakses. Masyarakat di daerah manapun dapat mengakses informasi secara digital terkait kasus-kasus di Indonesia.

Ada beberapa contoh kasus yang kadang membuat masyarakat merasa keadilan itu “mustahil” di Indonesia.

Pencuri sebuah semangka di Kediri, pencuri tiga buah kakao, Pencuri dua ekor bebek di Tangerang, buruh pabrik mencuri sandal milik perusahaan di Tangerang.

Kasus-kasus tersebut pelakunya dihukum dan dijerat secara maksimal. Dalam memutuskan sanksi, hakim terlalu normatif, kurang melihat dari aspek sosiologis.

Mencuri itu memang tindak pidana dan memang salah. Pencuri juga memang layak diberi sanksi. Tetapi, keadilan itu dirasa kurang merata bagi masyarakat.
Coba bandingkan dengan pelaku korupsi. Koruptor ketika tertangkap tetap tersenyum, di hadapan wartawan tetap menjawab pertanyaan dengan mudah dan tanpa ada penyesalan. Perlakuan penegak hukum juga berbeda.

Koruptor tidak diperlakukan seperti ketika masyarakat kecil yang terkena kasus hukum. Koruptor mendapat perlakuan istimewa. Koruptor, ketika sudah menjadi terpidana, dipenjara dengan fasilitas istimewa. Penjara berfasilitas mewah. Dalam proses menjalani hukuman penjara pun mereka sering mendapatkan remisi.

Sekarang, koruptor dan maling ayam sanksi penjaranya hampir sama. Padahal koruptor sangat merugikan masyarakat. Negara atau pemerintah di Indonesia tidak memperhatikan aspirasi dan kepentingan masyarakat. Pemerintah Indonesia terlalu memihak kepada penguasa. Oligarki menguasasi negara.

Selayaknya Indonesia harus memperhatikan keadilan hukum. Indonesia masih mengutamakan kepastian hukum, sebaiknya Indonesia mengutamakan keadilan.
Masyarakat merasa tidak puas atas penegakan hukum di Indonesia. Penegak hukum belum memberikan sanksi yang sebagaimana mestinya. Hukum tidak hanya tajam ke bawah.

 

kumparan.com/bayu-susena-1610948772562471754/hukum-tajam-ke-bawah-1vFWdeYq2u7/full

author

Leave a reply "Hukum Tajam ke Bawah"